Tentang PPP dan PKRMS

Memahami Kondisi Jaringan Jalan dan Mengembangkan Solusi Optimum menggunakan Perangkat Pengambilan Keputusan dan Penganggaran.

Siklus Pengelolaan Pemeliharaan Jalan

Infrastruktur jalan merupakan aset publik utama yang menjadi penggerak bagi ekonomi Indonesia yang sedang berkembang.

Metode tradisional pengelolaan aset tidak sejalan dengan kemajuan saat ini sehingga perlu ditingkatkan agar mampu menjawab tantangan yang dihadapi pada abad ke-21.

Biasanya pemeliharaan jalan dipandang sebagai sebuah proses linier tahunan, yang dilakukan dan diulang tiap tahun. Namun pengelolaan pemeliharaan jalan lebih tepat dipandang sebagai sebuah siklus yang dilakukan setahun demi setahun sebagai sebuah proses peningkatan kinerja yang bertujuan untuk memaksimalkan umur jalan atau melestarikan aset jalan selama mungkin. Siklus tersebut mencakup Perencanaan, Pemrograman, dan Penganggaran (PPP) seperti disajikan dalam diagram Siklus Pengelolaan/Penyelenggaraan Jalan.

Pengelolaan pemeliharaan jalan juga dikenal dengan istilah pelestarian/pemeliharaan aset jalan atau pengelolaan aset jalan. Praktek-praktek pemeliharaan aset jalan mencakup sebuah pendekatan yang komprehensif dan terstruktur terhadap penyediaan dan pemeliharaan infrastruktur fisik jalan. Perencanaan, Pemrograman, dan Penganggaran (PPP) jalan merupakan proses pengelolaan aset sehingga harus bersifat strategis, sistematis, dan terkoordinasi agar lebih tepat sasaran.

Perencanaan, Pemrograman, dan Penganggaran

Proses perencanaan, pemrograman, dan penganggaran dimulai pada tingkat tertinggi dan dipandu oleh strategi dan kebijakan pemerintah. Secara teknis perencanaan, pemrograman, dan penganggaran jalan provinsi dan kabupaten dilaksanakan oleh seksi perencanaan di dinas PU provinsi dan kabupaten. Penganggaran penanganan jalan di provinsi dan kabupaten diarahkan oleh Bappeda dari sumber-sumber seperti APBN, DAK, PRIM, dll. Sumber-sumber penganggaran tersebut selalu terbatas dibanding kebutuhan. Namun demikian apabila dialokasikan secara adil dan optimal, jalan-jalan dapat tetap berfungsi dan dapat diakses demi keuntungan masyarakat luas. Proses pengelolaan jalan yang mendukung pemeliharaan aset dan pengembangan jaringan jalan terdiri dari sejumlah fungsi pengelolaan, yang pada akhirnya mengarahkan pelaksanaan pekerjaan sebagai kegiatan spesifik yang dilakukan melalui kontraktor dan kegiatan Swakelola (menggunakan satuan tenaga kerja).Perencanaan, pemrograman, dan penganggaran membutuhkan data bermutu untuk mengambil keputusan yang mendukung pembangunan masyarakat yang tepat sasaran. Proses ini harus yang transparan dan dapat diakses semua pemangku kepentingan. Sumber-sumber data dimaksud termasuk:

  1. Pengumpulan data-data jalan: (mis. titik awal dan akhir, panjang, lebar).
  2. Kondisi jalan (baik, cukup, kurang)
  3. Kuantitas dan jenis lalu lintas (sepeda motor, mobil, truk, dll)
  4. Penyimpanan dan pengolahan data
  5. Perencanaan dan pemrograman jalan ke depan
  6. Desain: penilaian rinci lapangan dan penganggaran rinci
  7. Persiapan kontrak: kuantitas, waktu.
  8. Implementasi dan pemantauan kemajuan pekerjaan

Terdapat berbagai instrumen pengambilan keputusan yang digunakan untuk membantu pemrograman dan penganggaran pemeliharaan tahunan. Namun saat ini belum ada instrumen yang digunakan konsisten di seluruh Indonesia. Sistem IRMS diterapkan pada jaringan jalan nasional dan kadang dimodifikasi dan diterapkan oleh beberapa Provinsi dan Kabupaten pada jaringan jalan daerah. Provinsi dan Kabupaten juga menggunakan:

  1. SK77 yang bersifat Manual
  2. Kabupaten Roads Economic Evaluation Model (KREEM)
  3. Model RBMX
  4. Provincial/Kabupaten Road Monitoring System (PKRMS) KIAT/PRIM
  5. menggunakan Provincial and Kabupaten System (PKRMS).
PKRMS Sistem PKRMS dikembangkan secara khusus untuk jaringan jalan daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota). Komponen PKRMS adalah.
  1. Metode untuk pemutakhiran data secara teratur menggunakan berbagai perangkat modern.
  2. Database informasi jalan berbasis komputer dengan kemampuan geo-spasial yang secara akurat mencatat, menyimpan, serta mengolah, dan menghasilkan laporan tentang kondisi aset jalan dan program jalan.
  3. Proses analisis untuk membantu penentuan prioritas pekerjaan pemeliharaan jalan, misalnya pemeliharaan rutin dan berkala, serta backlog and minorwork dan rehabilitasi serta bisa menjadi sumber informasi untuk proses persiapan dan desain.

Pemilihan tingkat layanan yang tepat (LOS) juga merupakan faktor penting. Penilaian LOS didasarkan pada persentase jalan yang berada pada kondisi baik dan cukup baik. Hal ini bergantung pada klasifikasi jalan karena jalan besar utama membutuhkan LOS yang lebih tinggi dari pada jalan lain misalnya jalan pedesaan.

Sistem PKRMS juga membantu proses penganggaran yang obyektif dengan menyusun proyeksi biaya berdasarkan norma standar yang sudah ditetapkan. Dengan demikian, biaya antar proyek dapat saling dibandingkan dan membantu mengidentifikasi efisiensi yang dapat dicapai melalui prioritisasi ulang atau identifikasi segmen panjang atau penanganan tahun jamak.
Identifikasi & Tentukan Lokasi Jaringan Jalan Pengumpulan Data PKRMS Entri & Analisis Data Program Kerja dengan Dana Tak Terbatas Review Anggaran dan Program Kerja Dana Terbatas Desain Rinci Proyek Pekerjaan Pemeliharaan